Sabtu, 18 Mei 2013

'Om-om Suka Layanan Plus'

Posted by Lensa Peristiwa On 21.48
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Ilustrasi-pelacuran-prostitusi-gadis-panggilan-2.jpg
Ilustrasi
Kupang- Ada begitu banyak hal kecil tapi bernilai besar yang ditemukan selama tim Pos Kupang melakukan investigasi terkait bisnis prostitusi di sejumlah lokasi di wilayah Kota Kupang. Seperti di wilayah Kelurahan Kelapa Lima, wilayah batas Kelurahan Nunleu dan Fontein, di salah satu gang sekitar Jalan Gajah Mada, Kupang.

Ternyata om-om senang atau pria hidung belang, termasuk oknum pegawai negeri sipil (PNS) saat  berkencan dengan gadis belia pekerja seks komersial (PSK)  di tempat bisnis prostitusi di rumah warga, lebih suka mendapat pelayanan plus alias layanan 'karoke' dari para gadis yang umumnya datang dari daerah pinggiran kota ke lokasi tempat mangkal tersebut.

Bahkan ada tamu atau pelanggan yang nekat  berhubungan tanpa menggunakan kondom pengaman. "Ya..... banyak om-om yang suka berhubungan,  minta tidak usah pakai kondom. Dan, banyak om-om yang minta servis plus, walaupun bayarannya agak mahal hingga Rp 200 ribu sekali layanan plus. Mereka paling suka," aku Selvy, dan Eka --bukan nama sebenarnya-- dua perempuan berusia sekitar 17 tahun yang sering mangkal di dua tempat bisnis esek-esek di kawasan Kelapa Lima dan Nunleu.

Mabus, seorang tukang ojek yang sering mangkal di  Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Kelapa Lima, mengaku dirinya sering mengantar beberapa  perempuan ke sejumlah hotel  di Kota Kupang untuk memenuhi panggilan tamu-tamu hotel.

"Banyak tamu dari Jakarta atau tamu dari Surabaya yang umumnya pengusaha ingin mencicipi gadis lokal berusia muda,  walaupun  bayaran mahal. Bahkan kalau kita antar cewek  ke hotel, sekali 'on' tamu itu berikan uang Rp 500 ribu kepada perempuan panggilan di luar uang tisp," kata Mabus yang mengaku sering mendapat tip  cukup besar  dari perempuan yang sering ia antar ke sejumlah hotel melati di Kota Kupang.

Bahkan Mabus secara gamblang menceritakan ada sejumlah hotel yang juga sering dijadikan   lokasi 'parkir' beberapa perempuan PSK yang siap melayani tamu atau siap memenuhi panggilan tamu ke hotel dan tempat kos. "Ada juga ibu rumah tangga yang siap melayani panggilan. Bahkan ada siswi SMA dan mahasiswi siap dipanggil om-om hidung belang  yang mendapatkan servis luar dalam," ungkap Mabus.

Fenomena sosial lainnya yang tak kalah menarik hasil investigasi Pos Kupang di rumah warga yang dijadikan tempat bisnis prostitusi di Kelapa Lima,  ternyata di lokasi kos- kosan tersebut juga ditemukan sejumlah oknum remaja berseragam SMA yang  berada di dalam  kamar-kamar kos itu.*

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger news

Blogroll

About