Sabtu, 20 April 2013

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/04/19/179371/540x270/miris-wanita-ditemukan-tewas-dalam-keadaan-melahirkan.jpg
Janda dan bayi tewas membusuk di Kulonprogo. ©2013 Merdeka.com
Rianti (44), beserta bayinya yang baru lahir ditemukan tewas membusuk di rumahnya, Pedukuhan Kidul, Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jum'at (19/4). Penyebab kematian korban sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan polisi.

Saat ditemukan, bayi itu masih berada di antara kaki ibunya, dengan tali pusar terburai dan masih menyambung dari rahim sang ibu. Dari informasi dihimpun merdeka.com, jasad Rianti ditemukan pertama kali oleh Sutiyah (40 tahun), sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Sutiyah bekerja di sebuah pabrik kue wingko dekat dengan rumah korban hendak meminta daun ketela.
Saat Sutiyah memanggil-manggil Rianti untuk minta izin, tidak ada suara sahutan dari korban. Sutiyah lantas mendekati rumah yang masih dalam keadaan terkunci itu untuk mengintip situasi.

Penemuan mayat bugil gegerkan wisatawan Pantai Anyer
Pekerja kelab malam tewas tanpa busana, diduga karena HIV/AIDS

Namun, belum sempat mengintip, Sutiyah mencium bau tak sedap menyengat keluar dari dalam rumah Rianti. Curiga akan hal itu, Sutiyah lalu memanggil seorang rekannya di pabrik untuk memeriksa keadaan di rumah korban. Karena kesulitan masuk, rekan Sutinah pun lantas mencongkel daun jendela. Usai mencongkel daun jendela, mereka melihat jasad Rianti dan bayinya dalam kondisi sudah membusuk di lantai kamar tidur.

Mereka lalu melaporkan peristiwa itu kepada Kepala Dukuh, Suharto. Kepala Dukuh itu langsung mendatangi rumah Rianti. Setelah melihatnya, dia lantas melapor ke polisi.

"Beberapa hari terakhir memang rumah itu selalu tertutup. Padahal biasanya korban terlihat duduk-duduk di teras rumah setiap sore. Warga sempat melihat korban terakhir kali sekitar tiga hari lalu. Korban ini memang dalam keadaan hamil beberapa bulan, tapi tidak ada yang tahu dihamili siapa. Dia bercerai dengan suaminya tiga tahun lalu. Empat anaknya ikut bapaknya semua di Wates," kata Suharto.

Suharto mengatakan, korban saban hari bekerja sebagai buruh tani dan hidup sendiri di rumah itu. Menurut dia, kehamilan korban memang menjadi bahan gunjingan para warga. Bahkan, warga sempat menegur Rianti atas kondisinya itu. Tetapi, akhirnya warga membiarkan masalah itu, mengingat perut korban yang semakin membesar.

Menurut Sutinem (65), bibi korban, yang rumahnya berhadapan langsung dengan rumah Rianti, mengaku tidak merasa curiga dengan keadaan rumah keponakannya yang selalu tertutup. "Saya tidak mendengar suara-suara mencurigakan dari rumahnya. Saya kira dia sedang pergi. Terakhir ketemu Selasa malam lalu, dia main ke rumah saya. Tapi ya enggak merasa aneh. Dan sejak itu enggak pernah kelihatan lagi. Nah, saya pikir beberapa hari ini dia lagi pergi ke rumah orangtuanya di Bandung. Dia memang sering pergi enggak pamit," kata Sutinem.

Penyebab kematian korban hingga kini masih misterius. Usai polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas dari Polres Kulonprogo langsung membawa jasad korban beserta anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah Wates untuk dilakukan otopsi.

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger news

Blogroll

About