Jumat, 29 Maret 2013

Awas, Belasan Desa Endemis DBD di Pekalongan

Posted by Lensa Peristiwa On 08.16
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRKm6SvEk-AtvmRJZIC0p2xA6yjDqE9aLaPktXLCUPwOgFLZvaR
Ilustrasi
Pekalongan - Sebanyak 18 dari 285 desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, masuk kategori endemis demam berdarah dengue sehingga warga diimbau waspada terhadap penyebaran penyakit yang disebarkan oleh gigitan nyamuk "aedes aigypti".

Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Suwondo di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa sebanyak 18 desa tersebut antara lain Jetak Kidul, Wangandowo, Jejer Wayang, Babalan Kidul, Kalimade, Karangsari, Pekuncen, Bligo, Pekajangan, Ambo Kembang, Bugangan, Karanganyar, Peninggaran, Kedungwuni Barat, dan Kidul.

"Perilaku hidup yang tidak sehat, seperti membiarkan genangan air, bak air mandi menjadi kotor, akan berpotensi memicu berkembangbiaknya nyamuk 'aedes aigypti' yang menjadi perantara menyebarnya virus DBD," katanya.

Ia mengatakan bahwa ciri-ciri orang terserang virus demam berdarah dengue, antara lain akan muncul bintek merah, kekentalan darah makin meningkat, trombosit mencapai 1.000, dan kondisi tubuh mengalami demam.

"Akan tetapi, untuk memastikan apakah seseorang positif terserang DBD atau tidak, sebaiknya dilakukan cek darah pada laboratoroium," katanya.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi penyebaran DBD ini, pemkab mengajak masyarakat melakukan gerakan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara mengubur, menguras, dan menutup tempat yang berpeluang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger news

Blogroll

About