Selasa, 16 April 2013

Sekolah Ramah Anak Dideklarasikan

Posted by Lensa Peristiwa On 06.56
http://infopantura.com/wp-content/uploads/2013/04/SRA-300x196.jpg
Spanduk Sekolah Ramah Anak yang terpasang di ajang CFD Solo
Solo – SD Islam Terpadu (IT) Nur Hidayah Solo mencanangkan diri sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA). Hal itu diwujudkan dengan berbagai indikator pendukung, seperti program ektrakurikuler, pembinaan tenaga pendidik (guru) terkait pembelajaran, sarana bermain, minat bakat dan berbagai indikator pendukung lainnya. Demikian disampaikan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang Humas, Rahmat Hariyadi SPd dalam acara pentas seni di Gor Manahan Solo.
Rahmat mengatakan, saat ini SDIT Nur Hidayah telah memiliki sebanyak 20 program ektrakurikuler, antara lain komputer, bahasa inggris, bahasa arab, jurnalistik, melukis, pemilihan da’i cilik (pildacil), rebbana, kiroah, tenis meja, tapak suci, wushu (olahraga china), robotik, nasyid dan ektrakurikuler lainnya. Selain itu, sebelum masuk ke ruang kelas siswa selalu dibiasakan bersalaman (berjabat tangan) dengan guru piket di pagi hari.

Untuk mencapai sekolah ramah anak ini, lanjutnya juga tidak lepas dari kelengkapan sarana prasara (sarpras) fisik di sekolah. Saat ini, SDIT Nur Hidayah telah memiliki sebanyak 45 fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) bagi siswanya. Untuk sistem pembelajaran, lanjut Rahmat semua guru diharuskan memiliki kemampuan mengajar menyenangkan, yakni menggunakan sistem Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM).

Hal itu dilakukan agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa tidak merasa bosen. Sehingga, dengan begitu pelajaran yang diajarkan dapat diterima dengan mudah oleh siswa. Ia mengatakan, untuk kelas satu dan dua menggunakan sistem pembelajaran thematic teaching, opening thematic dan diakhir pembelajaran selalu diadakan kegiatan di luar kelas (outing class).

Ia mengaku optimis dengan berbagai indikator pendukung itu, SDIT Nur Hidayah dapat menjadi percontohan sekolah ramah anak di Kota Solo. “Upaya itu sudah kita pikirkan dan sudah menjadi komitmen kita untuk mewujudkan sekolah ramah anak. Karena visi kita adalah menciptakan siswa yang berkarakter, berprestasi dan gemilang,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Solo, Paulus Haryoto, mengatakan indikator pendukung sekolah ramah anak ini adalah setiap sekolah harus memiliki sarana bermain yang memadai, disamping itu juga guru yang mengajar harus memiliki keterampilan (skill) yang dapat menciptakan anak senang untuk menerima setiap pelajaran yang diajarkan. “Jadi guru itu juga harus dapat memahami kondisi kejiwaan masing-masing siswanya,” ungkap Paulus saat ditemui di Rumah Dinas Walikota Solo Loji Gandrung usai menghadiri deklarasi pemenangan Ganjar-Heru di Stadion Manahan, Minggu (14/4).

Disinggung kesiapan Solo dalam mewujudkan sekolah ramah anak ini, Paulus mengaku optimis bahwa Solo selalu siap jika ditunjuk sebagai Kota Sekolah Ramah Anak. “Sangat-sangat siap jika Solo ditunjuk sebagai kota sekolah ramah anak, soalnya kita mulai dari sekarang sudah melakukan pembinaan terhadap semua guru untuk menyongsong Solo Kota Layak Anak (KLA) pada Tahun 2016 mendatang,” tandasnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger news

Blogroll

About